H o m e
 
Selamat Datang Putra Putri Bangsa!
Jumat, 08 Januari 2010

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Halo semua,

Tahun ajaran baru datang menjelang. Di tengah beragam kesulitan yang masih mendera bangsa, tidak lama lagi pula putra-putri bangsa yang beruntung dari seantero negeri akan menjejakkan kaki di negeri Kangguru buat menuntut ilmu. Bulan Februari adalah waktu yang ditunggu-tunggu untuk mulai menjajal suasana baru yang akan mendatangkan pengalaman baru. Suasana baru tidak terbatas hanya pada kampus baru ataupun teman baru, tapi juga budaya baru yang terkadang bisa menjadi rintangan yang mengganggu.

Sebagai organisasi pelajar Indonesia di Australia, izinkan kami menyerukan salam hangat SELAMAT DATANG di Australia. Terimalah uluran tangah hangat sobat-sobatmu dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) yang mengulur mulai dari Western Australia, Queensland, New South Wales, Australian Capital Territory, Victoria sampai ke South Australia.

Insya Allah, bersama-sama dari Australia kita mulai membangun masa depan kita yang lebih baik. Dari Australia pula kita berusaha menegakkan kepala bunda pertiwi agar suatu saat kelak bisa tegak setara dengan kepala-kepala lain di dunia.

Sebagai pelajar kita adalah duta bangsa. Tidak berlebihan, bila perilaku kita dianggap sebagai cerminan bangsa. Karenanya, kewajiban bersama pelajar Indonesia di Australia adalah menjaga nama baik bangsa dan negara.

Sungguhpun Australia terkenal sebagai negara yang aman, kewajiban untuk senantiasa berhati-hati tidak boleh dilupakan.

Sekali lagi, SELAMAT DATANG putra-putri bangsa yang beruntung; tidak peduli apakah beruntung karena kemurahan hati si baik hati atau karena orang tua yang sedang berezeki.

 

Sydney, January 2009

Miko Kamal

Presiden PPIA 2009-2010 

No comments for this item
 
Pemberitaan seputar Siaran Pers PPI Australia terkait Kasus KPK vs Polri
Selasa, 10 November 2009

PPI Australia Prihatin Hukum Dijual Murahan Adelaide - Kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum perlahan sirna dan terjerembab oleh fakta keadilan dalam sistem hukum nasional, yang diperdagangkan dengan cara murahan. Demikian pernyataan sikap Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Pusat yang diterima detikcom melalui surat elektronik, Kamis (5/11/2009) petang ini atau siang WIB.

Pemutaran rekaman percakapan yang memalukan dari Anggodo Widjojo, terkait upaya pelemahan institusi KPK, yang diduga melibatkan sejumlah oknum penegak hukum di lingkungan Polri dan Kejaksaan, telah menohok nurani dan kesadaran bangsa tentang begitu bobroknya lembaga penegak hukum di Indonesia.

Setelah penahanan wakil ketua nonaktif KPK Bibit S. Riyanto dan Chandra M. Hamzah ditangguhkan, rasa keadilan publik kembali terusik menyusul dibebaskannya Anggodo Widjojo dari Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim Polri), Rabu (4/11) kemarin, dengan alasan tidak cukupnya alat bukti untuk menjerat yang bersangkutan menjadi tersangka.

Publik menjadi bingung, mengapa yang diduga tidak bersalah disingkirkan sementara yang diduga bersalah justru dipertahankan. Kebenaran materiil di meja pengadilan memang belum diputuskan, tetapi nuansa penegakan hukum yang diskriminatif itu aromanya justru kian menyengat. Keresahan ini tak hanya mengusik nurani masyarakat Indonesia di dalam negeri, melainkan juga memicu keprihatian mendalam masyarakat Indonesia di luar negeri, tak terkecuali komunitas pelajar dan kaum intelektual Indonesia di Australia.(es/es)

Source: http://www.detiknews.com/read/2009/11/05/145939/1235885/10/ppi-australia-prihatinhukum- dijual-murahan

No comments for this item
 
Hasil Kongres XVI dan Susunan Pengurus PPIA Pusat 2009/2010
Jumat, 09 Oktober 2009

SALAM PPIA!! (*Baru)

Setelah melalui proses pemilihan sesuai dengan AD/ART PPIA 2008, maka melalui pemilihan langsung dalam Kongres XVI PPIA Pusat yang melibatkan sekitar 30-an utusan cabang dan ranting PPI se-Australia, telah terpilih Miko Kamal sebagai Ketua Umum PPIA Pusat untuk periode 2009/2010 yang ditetapkan melalui SK. No:Tap-03/Kongres/VIII/09 tanggal 1 Agustus 2009.

Kongres yang diselenggarakan di Konjen RI Sydney ini juga menetapkan sebuah keputusan lainnya yang cukup strategis berupa amanat yang menjadi tugas pokok kepengurusan PPIA Pusat periode 2009/2010yang ditandatangani langsung oleh 3 orang Pimpinan Sidang yang dipilih dari peserta kongres : Muh. Ali Hapsah (Victoria University), Febry H.J. Dien (University of Queensland) dan Miko Kamal (Macquarie University) yang akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum.

Adapun susunan lengkap Pengurus PPIA Pusat periode 2009/2010 yang dipimpin oleh Ketua Umum Miko Kamal adalah sebagai berikut :

No

N a m a

Kampus

Jabatan

1

Ahmad Khoirul Umam

Flinders Uni, SA

Wakil Ketua Umum

2

Delmus Salim

USYD, NSW

Wakil Ketua Umum

3

M. Falikul Isbah

Flinders Uni, SA

Sekretaris Umum

4

Febry Hendra Jeshkiel Dien

UQ, QLD

Wakil Sekretaris Umum

5

Noria Nandasuri Hasibuan

RMIT, Vic

Bendahara Umum

5

Luky Djani

 

Murdoch Uni, WA

Koordinator  Departemen Hukum dan Advokasi

6

Bisariadi

Unimelb, VIC

 

Anggota Departemen Hukum dan Advokasi

7

Dumas Amali Raditio

Unimelb, VIC

 

Anggota Departemen Hukum dan Advokasi

8

Fatimah Az Zahra

UQ, QLD

Koordinator Departemen Informasi dan Teknologi

9

Ridho Putranto Laksono

 

Quantum College, NSW

Anggota Departemen Informasi dan Teknologi

10

Birama Gladini

UQ, QLD

Anggota Departemen Informasi dan Teknologi

11

Muhammad Riza Hanafi

ANU, ACT

Koordinator Departemen Publikasi

12

Sonty Hadiantoro

 

Edith Cowan, WA

Anggota Departemen Publikasi

13

Nurul Annisaawati Sekarsundari

UQ, QLD

Anggota Departemen Publikasi

14

Tri Wahyu Nugroho

Uni Adelaide, SA

Koordinator Departemen Pengembangan Anggota dan Organisasi

15

Arya Kasmara

 

UTS, NSW

Anggota Departemen Pengembangan Anggota dan Organisasi

16

Muhammad Ali Hapsah

 

Victoria Uni, VIC

Anggota Departemen Pengembangan Anggota dan Organisasi

17

Kusumawardhannie Gobel

RMIT, VIC

 

Koordinator Departemen Penggalangan Dana

18

Stephanie Toligi

Edith Cowan, WA

Anggota Departemen Penggalangan Dana

19

Hans Wibowo

UNSW, NSW

Anggota Departemen Penggalangan Dana

20

Zulfa Sakhiya

La Trobe, VIC

 

Koordinator Departemen Kajian Ilmiah dan Keagamaan

21

Albert Tallapessy

MQ, NSW

 

Anggota Departemen Kajian Ilmiah dan Keagamaan

22

Mikha Ramadewi

UQ, QLD

Anggota Departemen Kajian Ilmiah dan Keagamaan

This item includes 1 comment
Read more...
 

icon_lpj2.jpg
 
dikti3.jpg
 
 survey_banner_kanan.jpg
 
  Image
 
 KBRI Canberra
 
 
 
 studyinoz
 
 ozmate