Tahun ajaran baru datang menjelang. Di tengah beragam kesulitan yang masih mendera bangsa, tidak lama lagi pula putra-putri bangsa yang beruntung dari seantero negeri akan menjejakkan kaki di negeri Kangguru buat menuntut ilmu. Bulan Februari adalah waktu yang ditunggu-tunggu untuk mulai menjajal suasana baru yang akan mendatangkan pengalaman baru. Suasana baru tidak terbatas hanya pada kampus baru ataupun teman baru, tapi juga budaya baru yang terkadang bisa menjadi rintangan yang mengganggu.
Sebagai organisasi pelajar Indonesia di Australia, izinkan kami menyerukan salam hangat SELAMAT DATANG di Australia. Terimalah uluran tangah hangat sobat-sobatmu dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) yang mengulur mulai dari Western Australia, Queensland, New South Wales, Australian Capital Territory, Victoria sampai ke South Australia.
Insya Allah, bersama-sama dari Australia kita mulai membangun masa depan kita yang lebih baik. Dari Australia pula kita berusaha menegakkan kepala bunda pertiwi agar suatu saat kelak bisa tegak setara dengan kepala-kepala lain di dunia.
Sebagai pelajar kita adalah duta bangsa. Tidak berlebihan, bila perilaku kita dianggap sebagai cerminan bangsa. Karenanya, kewajiban bersama pelajar Indonesia di Australia adalah menjaga nama baik bangsa dan negara.
Sungguhpun Australia terkenal sebagai negara yang aman, kewajiban untuk senantiasa berhati-hati tidak boleh dilupakan.
Sekali lagi, SELAMAT DATANG putra-putri bangsa yang beruntung; tidak peduli apakah beruntung karena kemurahan hati si baik hati atau karena orang tua yang sedang berezeki.
PPI Australia Prihatin Hukum Dijual Murahan
Adelaide - Kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum perlahan sirna dan terjerembab
oleh fakta keadilan dalam sistem hukum nasional, yang diperdagangkan dengan cara murahan.
Demikian pernyataan sikap Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Pusat yang diterima
detikcom melalui surat elektronik, Kamis (5/11/2009) petang ini atau siang WIB.
Pemutaran rekaman percakapan yang memalukan dari Anggodo Widjojo, terkait upaya pelemahan
institusi KPK, yang diduga melibatkan sejumlah oknum penegak hukum di lingkungan Polri dan
Kejaksaan, telah menohok nurani dan kesadaran bangsa tentang begitu bobroknya lembaga penegak
hukum di Indonesia.
Setelah penahanan wakil ketua nonaktif KPK Bibit S. Riyanto dan Chandra M. Hamzah ditangguhkan,
rasa keadilan publik kembali terusik menyusul dibebaskannya Anggodo Widjojo dari Badan Reserse
Kriminal Polri (Bareskrim Polri), Rabu (4/11) kemarin, dengan alasan tidak cukupnya alat bukti untuk
menjerat yang bersangkutan menjadi tersangka.
Publik menjadi bingung, mengapa yang diduga tidak bersalah disingkirkan sementara yang diduga
bersalah justru dipertahankan. Kebenaran materiil di meja pengadilan memang belum diputuskan, tetapi nuansa penegakan hukum yang diskriminatif itu aromanya justru kian menyengat.
Keresahan ini tak hanya mengusik nurani masyarakat Indonesia di dalam negeri, melainkan juga
memicu keprihatian mendalam masyarakat Indonesia di luar negeri, tak terkecuali komunitas pelajar
dan kaum intelektual Indonesia di Australia.(es/es)
Setelah melalui proses pemilihan sesuai dengan AD/ART PPIA 2008, maka melalui pemilihan langsung dalam Kongres XVI PPIA Pusat yang melibatkan sekitar 30-an utusan cabang dan ranting PPI se-Australia, telah terpilih Miko Kamal sebagai Ketua Umum PPIA Pusat untuk periode 2009/2010 yang ditetapkan melalui SK. No:Tap-03/Kongres/VIII/09 tanggal 1 Agustus 2009.
Kongres yang diselenggarakan di Konjen RI Sydney ini juga menetapkan sebuah keputusan lainnya yang cukup strategis berupa amanat yang menjadi tugas pokok kepengurusan PPIA Pusat periode 2009/2010yang ditandatangani langsung oleh 3 orang Pimpinan Sidang yang dipilih dari peserta kongres : Muh. Ali Hapsah (Victoria University), Febry H.J. Dien (University of Queensland) dan Miko Kamal (Macquarie University) yang akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum.
Adapun susunan lengkap Pengurus PPIA Pusat periode 2009/2010 yang dipimpin oleh Ketua Umum Miko Kamal adalah sebagai berikut :
No
N a m a
Kampus
Jabatan
1
Ahmad Khoirul Umam
Flinders Uni, SA
Wakil Ketua Umum
2
Delmus Salim
USYD, NSW
Wakil Ketua Umum
3
M. Falikul Isbah
Flinders Uni, SA
Sekretaris Umum
4
Febry Hendra Jeshkiel Dien
UQ, QLD
Wakil Sekretaris Umum
5
Noria Nandasuri Hasibuan
RMIT, Vic
Bendahara Umum
5
Luky Djani
Murdoch Uni, WA
KoordinatorDepartemen Hukum dan Advokasi
6
Bisariadi
Unimelb, VIC
Anggota Departemen Hukum dan
Advokasi
7
Dumas Amali Raditio
Unimelb, VIC
Anggota Departemen Hukum dan
Advokasi
8
Fatimah Az Zahra
UQ, QLD
Koordinator Departemen
Informasi dan Teknologi
9
Ridho Putranto Laksono
Quantum College, NSW
Anggota Departemen Informasi
dan Teknologi
10
Birama Gladini
UQ, QLD
Anggota Departemen Informasi
dan Teknologi
11
Muhammad Riza Hanafi
ANU, ACT
Koordinator Departemen
Publikasi
12
Sonty Hadiantoro
Edith Cowan, WA
Anggota Departemen Publikasi
13
Nurul Annisaawati Sekarsundari
UQ, QLD
Anggota Departemen Publikasi
14
Tri Wahyu Nugroho
Uni Adelaide, SA
Koordinator Departemen
Pengembangan Anggota dan Organisasi
15
Arya Kasmara
UTS, NSW
Anggota Departemen
Pengembangan Anggota dan Organisasi
16
Muhammad Ali Hapsah
Victoria Uni, VIC
Anggota Departemen
Pengembangan Anggota dan Organisasi
17
Kusumawardhannie Gobel
RMIT, VIC
Koordinator Departemen
Penggalangan Dana
18
Stephanie Toligi
Edith Cowan, WA
Anggota Departemen
Penggalangan Dana
19
Hans Wibowo
UNSW, NSW
Anggota Departemen
Penggalangan Dana
20
Zulfa Sakhiya
La Trobe, VIC
Koordinator Departemen
Kajian Ilmiah dan Keagamaan